Waryono Arrasyid87 Seiring dengan jatuhnya Soeharto dari kursi presiden, pada tahun 1999. Secara mengejutkan Gus Dur mendapat tawaran untuk mencalonkan diri sebagai presiden dari Poros Tengah dikalangan DPR pada pemilihan presuden tahun 1999. Tawaran itu, tidak langsung diterima oleh Gus Dur. Sebagai seorang kiai yang memegang erat tradisi pesantren (spritualitas), Gus Dur meminta restu kepada para kiai sepuh sekaligus bukti bahwa Gus Dur membawa persoalan politik ke ranah spiritualitas. Sebab, sebagaimana yang kita ketahui, gelar kiai merupakan simbol orang-orang yang dekat dengan yang gaib, simbol bahwa mereka memiliki spiritualitas yang tinggi, rajin ibadah sehingga selalu dekat dengan Tuhan. Lebih dari itu, Gus Dur tidak hanya meminta restu kepada para kiai sepuh, sebagaimana para politikus yang lazim minta do'a dan restu kepada para kiai agar mendapat dukungan dalam pencalonannya, melainkan memasrahkan sepenuhnya termasuk keputusan untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
Oleh karena itulah, pada tanggal 31 Agustus 1999, para kiai mengadakan musyawarah di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Para kiai itu melakukan istighasah dan istikharah meminta petunjuk dan keselamatan kepada Tuhan atas rencana pencalonan Gus Dur sebagai presiden oleh Poros Tengah. Para kiai tidak hanya satu kali mengadakan pertemuan untuk suksesi oencalonan Gus Dur, melainkan sampai berkali-kali, sampai akhirnya para kiai itu menemukan petunjuk bahwa Gus Dur diperkenankan untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Tidak berhenti sampai di situ, mereka para kiai terus melakukan doa dan dzikir untuk meminta pertolongan kepada Tuhan agar Gus Dur sukses dalam mencalonkan diri sebagai presiden dan dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden.
Para kiai yang sering mengadakan pertemuan untuk suksesi Gus Dur dalam pencalonan presiden itu, antara lain, KH. Abdullah Faqih (dari Langitan, Tuban, Jawa Timur); KH. Abdullah Abbas (dari Buntet, Cirebon); KH. Sahal Machfudz (dari Kajen, Pati, Jawa Tengah); KH. Ali Mashuri (dari Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur); KH. Aziz Masyhuri (dari Jombang, Jawa Timur); dan KH. Fachruddin (dari Sukabumi). Para kiai yang menjadi suksesi pencalonan Gus Dur sebagai presiden terkenal dengan sebutan "Orang-orang Langit" dan "Poros Langit" karena membantu Gus Dur melalui jalan spiritual.

0 Comments
Posting Komentar