A. Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk naik secara terus-menerus. Akan tetapi jika kenaikan hanya terjadi pada satu atau dua jenis barang saja maka tidak bisa disebut inflasi.
Lalu bagaimana dengan kenaikan harga-harga secara musiman, seperti menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru, atau hanya terjadi sekali saja, serta tidak mempunyai pengaruh lanjutan. Hal ini tidak dikatakan sebagai suatu penyakit ekonomi yang memerlukan penanganan khusus untuk menanggulanginya.


Pengertian Inflasi

B. Macam-Macam Inflasi

Penggolongan pertama didasarkan atas parah tidaknya inflasi tersebut yang terbagi atas, inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat dan hyper inflasi. 

Penggolongan kedua inflasi didasarkan pada sebab musabab awal dari inflasi yang terbagi atas demand full inflation dan cost push inflation.

Penggolongan ketiga inflasi didasarkan pada asas dari inflasi yang diadakan dengan domestic inflation dan imported implation.

a) Penggolongan pertama didasarkan atas parah tidaknya inflasi tersebut.
Disini kita bedakan beberapa macam inflasi:
1) Inflasi ringan (dibawah 10% setahun)
2) Inflasi sedang (antara 10%-30% setahun)
3) Inflasi berat (antara 30%-100% setahun)
4) Hyper inflasi (diatas 100% setahun)

Penentuan parah tidaknya inflasi tentu saja sangat relatif dan tergantung pada selera kita untuk menamakannya. Dan yang perlu diingat, kita tidak bisa menentukan parah tidaknya suatu inflasi hanya dari sudut laju inflasi saja, tanpa mempertimbangkan siapa-siapa yang menanggung beban atau yang memperoleh keuntungan dari inflasi tersebut. Kalau seandainya laju inflasi adalah 20% dan semuanya berasal dari kenaikan harga dari barang-barang yang dibeli oleh golongan yang berpenghasilan rendah, maka seharunya kita menamakannya inflasi yang parah.

b) Penggolongan yang kedua adalah atas dasar sebab-musabab awal dari inflasi 
Atas dasar ini dapat dibedakan 2 macam inflasi, yaitu:
1) Inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat.
2) Inflasi yang timbul karena kenaikan ongkos produksi, ini disebut cost inflation.

c) Penggolongan ketiga adalah asal dari inflasi
Disini kita bedakan:
1) Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation).
2) Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported implation).

Inflasi yang berasal dari dalam negeri timbul misalnya karena defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan pencetakan uang baru panenan yang gagal dan sebagainya. Sedangkan inflasi yang berasal dari luar negeri adalah inflasi yang timbul karena kenaikan harga-harga di luar negeri atau di negara-negara langganan berdagang negara kita. Kenaikan harga barang-barang yang kita impor mengakibatkan:
1) Tentu secara langsung kenaikan indeks hidup biaya karena sebagain dari barang-barang yang tercakup di dalamnya berasal dari impor.
2) Secara tidak langsung menaikan indeks harga melalui kenaikan ongkos produksi dari berbagai barang yang menggunakan bahan mentah atau mesin-mesin yang harus diimpor.
3) Secara tidak langsung menimbulkan kenaikan harga di dalam negeri karena ada kemungkinan kenaikan harga barang-barang yang berusaha mengimbangi kenaikan harga impor tersebut.