Bisnis dan Ekonomi

Kamu pernah mendengar banyak informasi tentang para pebisnis yang bangkrut dengan alasan salah memilih bidang bisnis. Disini penulis membagi menjadi dua kategori yang menjadi penyebabnya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan hal yang menjadi tanggung jawab kamu pribadi seutuhnya. Sebagai contoh kamu memilih bidang bisnis karena ikut-ikutan teman yang katanya lagi viral saat ini, dan ini yang sering terjadi pada kebanyakan orang.
Lalu pertanyaannya apakah ini salah?.
Hal itu tidak salah sama sekali meskipun ada resiko yang harus kamu ketahui dan kamu terima konsekuensinya. Di negeri tercinta ini sering kali bisnis-bisnis musiman muncul ke permukaan seperti jamur di musim hujan dan sangat ramai dibicarakan mulai dari tanaman gelombang cinta yang harganya ratusan juta sampai dengan ikan cupang yang terus muncul disetiap beranda sosial media kamu. Banyak para pengusaha yang mengambil kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya tetapi lupa untuk mengetahui resiko diawal. Seperti yang kamu ketahui namanya bisnis musiman datangnya cepat hilangnya pun tidak lama sehingga kamu harus menghitung berapa modal yang akan kamu keluarkan dan kamu harus jeli melihat ombak permainan bisnis ini, apakah sudah mencapai puncak gelombangnya atau kamu masih bisa berselancar dalam ombak tersebut. Jangan sampai karena awalnya ikut-ikutan akhirnya kamu lupa menganalisa dan jatuh dalam keterpurukan yang mengakibatkan kerugian.
Contoh yang lain seperti kamu memilih bidang bisnis yang katanya menguntungkan tetapi kamu sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan ini asalkan kamu bisa mengukur diri apakah kamu memiliki banyak waktu yang cukup untuk mempelajari tentang hal ini? Apakah kamu sudah mengetahui dimana kamu mencari informasi tersebut? Apakah kamu mempunyai modal yang cukup sampai kamu menguasai bidang tersebut? Apakah kamu memiliki partner yang menguasai bidang tersebut?

2. Faktor Eksternal

Faktor yang kedua adalah faktor eksternal. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi secara nasional maupun global. Banyak perusahaan yang tiba-tiba mengalami kesulitan karena perubahan regulasi pemerintah, iklim bisnis, perubahan zaman, dan perubahan-perubahan lainnya. Hal tersebut bisa mengubah secara drastis kondisi bisnis yang sedang kamu jalankan.
Sebagai contoh bagaimana perusahaan sebesar NOKIA yang pernah menjadi perusahaan adidaya di dunia telepon seluler dapat kehilangan kekuasaannya dalam waktu yang amat singkat. Adakah kesalahan fatal yang diperbuat NOKIA? Adakah penurunan kualitas pada produk-produk NOKIA? Siapa yang tidak pernah menggunakan ponsel dengan merek NOKIA. Berapa lama kamu menggunakan ponsel ini hingga kamu turunkan pula pada adik, saudara, keluarga bahkan teman kamu. Dapat dikatakan ponsel NOKIA sangatlah bagus dalam  kualitas.
Akan tetapi, zaman berkata lain. Perkembangan zaman amatlah pesat. Perkembangan era smartphone (ponsel pintar) tidak dapat dibendung sehingga, sadar ataupun tidak, NOKIA dengan sendirinya tersingkirkan dari kompetisi telepon seluler.
Hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi pada bisnis yang sedang kamu geluti, untuk itu kamu perlu menurunkan kewaspadaan dalam mengantisipasi zaman. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh CEO & founder facebook, Mark Zuckerburg. "In a world that's changing really quickly, the only strategy that is guaranteed to fail is not taking risks." Manajemen risiko menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam kondisi seperti ini. 
Jadi lebih bijaksanalah dalam memilih bidang bisnis. Menganalisis setiap langkah yang akan kamu ambil, bukan berarti kamu menkadi penakut dan tidak berani menghadapi tantangan dalam berbisnis. Namun, pelajarilah terlebih dahulu tentang bisnis yang akan kamu geluti. Usahakan kamu bisa mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin akan terjadi dimasa depan sehingga peluang keberhasilan kamu pun jauh lebih besar.

3. Beberapa Bidang Bisnis

Berikut ini beberapa bidang bisnis berdasarkan pola aktivitas yang dilakukan.

  • Manufaktur adalah bisnis yang menghasilkan produk atau sering disebut produsen, seperti, pabrik pakaian, industri makanan ringan, industri minuman, dan jenis lainnya.
  • Bisnis jasa adalah bisnis pelayanan yang bukan berupa produk. Contohnya binbingan belajar, barber shop, cuci mobil dan lain-lain.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah dan bangunan.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen.
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah yang berasal dari alam, seperti sayuran dan buah-buahan atau mineral tambang.
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, biasanya dibiayai oleh pemerintah.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari satu lokasi ke lokasi lain.
Masih banyak bisnis yang lain, ini hanya sebagian kecil dari bidang-bidang bisnis yang ada.